Kebakaran hutan Riau dari pantauan satelit MODIS Active Fire Data yang diunduh lewat Google Earth oleh World Resources Institute dalam kurun waktu 48 Jam antara tanggal 28 hingga 30 Agustus 2013.
Sekitar 500 titik api kembali membakar hutan tropis Sumatera, dan kembali mengirimkan kabut asap tak hanya bagi warga setempat, namun juga ke beberapa tetangga di Singapura dan Malaysia.
Titik-titik api yang disebabkan oleh pembukaan lahan untuk perkebunan
tersebut terkonsentrasi di Propinsi Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.
Mirip dengan kebakaran yang terjadi dua bulan sebelumnya, sebagian besar
titik api ini muncul di lahan gambut yang membuatnya sangat sulit untuk
dipadamkan.Namun, berbeda dengan kasus di bulan Juni silam, kebakaran yang
terjadi saat ini tidak didorong oleh angin ke Semenanjung Malaya, dan
lebih terkonsentrasi di Propinsi Riau dan Sumatera bagian Utara.
Titik-titik
api kebakaran hutan Riau dari pantauan satelit MODIS Active Fire Data
dari Google Earth selama 48 Jam pada tanggal 28 hingga 30 Agustus 2013
Kebakaran hutan menjadi sesuatu yang semakin sering terjadi di Sumatera dalam satu dekade terakhir seiring dengan maraknya pembukaan hutan untuk keperluan perkebunan Hutan Tanaman Industri dan kelapa sawit. Lahan-lahan gambut yang dalamnya lebh dari 3 meter banyak dikeringkan untuk perkebunan tersebut, dan menjadi semakin mudah terbakar. Dari analisis lembaga Eyes on the Forest, ditemukan bahwa 90 persen titik api yang menyebabkan kebakaran terjadi di lahan gambut. Sementara 87% deforestasi yang terjadi di Propinsi Riau -dan menjadi sumber utama munculnya titik api- antara tahun 2007 hingga tahun 2012 disebabkan oleh konversi hutan menjadi perkebunan.
Kebakaran hutan menjadi sesuatu yang semakin sering terjadi di Sumatera dalam satu dekade terakhir seiring dengan maraknya pembukaan hutan untuk keperluan perkebunan Hutan Tanaman Industri dan kelapa sawit. Lahan-lahan gambut yang dalamnya lebh dari 3 meter banyak dikeringkan untuk perkebunan tersebut, dan menjadi semakin mudah terbakar. Dari analisis lembaga Eyes on the Forest, ditemukan bahwa 90 persen titik api yang menyebabkan kebakaran terjadi di lahan gambut. Sementara 87% deforestasi yang terjadi di Propinsi Riau -dan menjadi sumber utama munculnya titik api- antara tahun 2007 hingga tahun 2012 disebabkan oleh konversi hutan menjadi perkebunan.
Sumber:MODIS Active Fire Data/oleh Google Earth/World Resources Institute
Secara keseluruhan Sumatera kehilangan 7,5 juta hektar hutan tropis atau sekitar 36% dri seluruh tutupan hutannya antara tahun 1990 hingga tahun 2010.
Secara keseluruhan Sumatera kehilangan 7,5 juta hektar hutan tropis atau sekitar 36% dri seluruh tutupan hutannya antara tahun 1990 hingga tahun 2010.
Tabel Tutupan Hutan dan lahan gambut Indonesia dan Malaysia antara tahun 2000-2010.
Source : link
0 komentar:
Posting Komentar