skip to main | skip to sidebar

Silva Dream

Konsep Bumi Kita

  • Home
  • Gallery
  • Contact me
  • About Me

Senin, 14 Januari 2013

Pesona Dunia Laut Indonesia

Diposting oleh Maysatria Label: News
Pesona "Dunia Laut" Indonesia
Oleh Gede H. Cahyana

Adalah hutan mangrove (bakau) yang mengawali pesona laut. Tapi sayang, kita terlambat menyadari fungsi "sabuk hijau" pantai ini, yang luasnya pernah mencapai 4,25 juta ha atau 22% dari 17 juta ha di dunia. Sekarang luasnya tak lebih dari 3 juta ha! Malah boleh jadi sudah jauh berkurang. Meskipun begitu, ekosistem dengan 30-an spesies mangrove ini tetap berperan pada siklus biogeokimia, menjadi habitat flora-fauna dan penyedia 80% sumber perikanan komersial. Besar sekali perannya!

Sebagai "arsitek pantai", ia tumbuh menyebar tak merata di 17.000-an pulau, di sepanjang 81.000 km garis pantai dan melebar ke laut dangkal. Biasanya akarnya tumbuh di lumpur namun ada juga yang tumbuh di terumbu karang, sejenis hewan dari filum Coelenterata dan bersimbiosis mutualisme, saling menguntungkan. Bakau perlu koral untuk tempat tumbuhnya sedangkan koral terhindar dari gerusan CO2 karena diambil oleh bakau untuk fotosintesisnya.

Hewan karang yang tersusun oleh kalsium karbonat ini kaya warna karena ada algae endozoik, yakni zooxanthellae di bagian "kepala" atau polip-nya. Perannya yang demikian penting itu, selain karena penghasil tak kurang dari 15 ton ikan per km2 luas terumbu karang, juga karena luasnya yang sangat besar antara 60.000 - 70.000 km2 atau 14% dari luas totalnya di dunia. Yang patut disayangkan, hanya 6,48% berstatus sangat baik, 22,53% baik, 28,39% cukup baik dan sisanya 42,59% sangat buruk.

Anggota Coelenterata punya tentakel mungil, mampu bergerak dengan tarian jarinya dan mata primitifnya yang berderet melingkar di bawah tubuhnya yang transparan, mirip kubah bola. Dengan tentakel atau bulu atau silianya itu ia bergerak, berenang sambil mengembangkempiskan tubuhnya. Tentakelnya yang bersengat itu digunakan untuk menangkap mangsa. Di antara terumbu karang itu juga ada anemon laut yang lebih mirip bunga. Ia sesungguhnya karnivora yang menipu calon mangsanya dengan lambaian tangan (tentakel) berbisanya.

Tak jauh dari habitat binatang berongga ini terlihat bintang laut yang membelai karang dengan lengannya yang jumlahnya bisa lebih dari lima untai. Mulutnya di bawah sedangkan duburnya di atas (uaneh ya!) dan mampu merangkak dengan kaki sedotnya. Dengan lengan itu ia mampu mengisap daging kerang. Ia mampu bertunas dari lengannya yang putus. Di bawahnya berserakan bulu-bulu babi yang tubuhnya penuh duri berbisa. Mulutnya juga di bawah tubuhnya. Ia termasuk filum Echinodermata yang artinya kulit berduri. Juga ada moluska, si hewan lunak dan beragam jenis ikan dan kepiting.

Bahkan ikan hiu yang terkenal ganas itu, untuk jenis tertentu kesukaannya makan algae dengan "lauk-pauk" ikan -ikan kecil. Kenyataannya, tak semua ikan hiu itu ganas. Dari sekitar 250 atau ada yang meyakini sekitar 350 jenis ikan cucut ini, hanya belasan jenis yang buas. Tiger shark, si macan loreng dengan panjang mencapai 3 m, termasuk yang buas. Juga cucut banteng (Carcharinus leucas) dan cucut putih (Carcharodon carcharias yang ganas, di Australia disebut si white dead. Cucut macan (Galeocerdo cuvieri) ini ada garis-garis lorengnya. Tapi ikan hiu buas ini tetap dibutuhkan untuk kelestarian ekosistem. Artinya, dalam perikehewanan, tiadalah yang termasuk hewan buas dan hewan jinak. Semua hewan yang bertingkah jinak dan ganas hanyalah demi kelestariannya.

Ada juga jenis hiu lain yang tak "sebuas" di atas seperti hiu raksasa Cetorhinus maximus dan hiu paus Rhinodon typicus. Hiu jenis ini pemakan plankton, ubur-ubur, dan ikan kecil lainnya. Tubuhnya besar sehingga malas, kurang lincah gerakannya. Cucut martil juga ganas, gesit dan rakus. Kepalanya aneh dengan mata di ujungnya sehingga mampu melihat ke depan dan ke belakang. Mereka hidup di laut bebas.

Yang juga khas adalah ikan paus. Ini nama keliru karena paus bukanlah ikan (pisces) tetapi mammalia. Ia melahirkan anak dan menyusuinya. Seperti halnya hiu, paus pun ada yang buas sebagai pembunuh tetapi tetap dalam lingkup pelestarian rantai makanan. Lumba-lumba, yang dianggap sebagai keturunan paus, termasuk mamalia cerdas.

Paparan di atas hanyalah contoh beberapa biota laut yang memesona dan tertulis di buku ajar. Banyak lagi yang belum disebut dan belum diketahui. Agar kita tergugah untuk mengetahuinya, pembelajaran adalah kuncinya. Kayakan buku dan bukel kita akan flora, fauna, tambang dan energi laut. Moyang kita orang pelaut. Jalesveva Jayamahe. Di lautan kita jaya. Semoga. *

Source : link

Menyapa "Teman Lama" dari Hutan Sangeh

Diposting oleh Maysatria Label: News

                                          
Howdy-Travel - Masih dari pulau-nya Para Dewa. Perjalanan darat 24 hours nonstop layaknya minimarket tidak menghalangi rencana kami menjelajahi tempat-tempat yang indah di Bali. I Made Gede Vikram, pemandu wisata yang agak kece itu masih setia menemani kami. 

"Om Swastiastu" dengan Udeng -ikat kepala khas Bali- yang melingkar di kepalanya ia menyapa kami. "Sebentar lagi kalian akan menemui 'teman-teman' kalian" Kata Bli kece itu. Ya, kami akan mengunjungi "teman lama" kami yang tinggal di Hutan Sangeh. Para Monyet Sangeh.

25 km ke arah utara dari Kota Denpasar. Kawasan wisata Hutan Sangeh menawarkan pesona alam hamparan pepohonan hijau hingga 10 hektar.

Tiba di Sangeh, sebuah pura sudah menyambut kami tepat di depan pintu masuk. Pura ini bernama Pura Bukit Sari. Pura yang terbesar dari empat pura yang terdapat di kawasan Hutan Sangeh. 'Teman-teman" kami (Baca: Monyet Sangeh) telah menyambut kami disana. Satu.. dua.. tiga.. ternyata jumlahnya ratusan. "Percaya tidak percaya, jika ada teman kalian (Baca: Monyet Sangeh) yang naik ke pundak kalian, itu pertanda kalian bakal dapat rejeki" Kata Bli Sukamana, seorang pemandu wisata Sangeh. Katanya.

Monyet-monyet Sangeh terkenal dengan keramahannya pada pengunjung. Mereka sangat ramah sebagaimana mereka menyambut kami di rumahnya. Mereka sudah tinggal di Sangeh sejak dulu, tidak heran jika para Monyet Sangeh dianggap monyet suci oleh orang Bali.

                                                                         
Kami berjalan kaki menyusuri hutan sepanjang kurang lebih 250 meter. Ditemani beberapa pemandu wisata dan tentunya 'teman kami' (Para monyet yang lucu). Ratusan pohon pala berusia ratusan tahun terhampar sepanjang mata memandang. Sepanjang jalan, Bli Sukamana dengan senang hati menceritakan asal usul Hutan Sangeh. Menurut mitos, pohon-pohon di Hutan Sangeh merupakan pohon yang sedang dalam perjalanan (berjalan). Karena ada orang yang melihatnya, pohon-pohon tersebut berhenti di tempat yang kini dikenal dengan Sangeh. Katanya.
Hutan Sangeh dan monyet-monyet yang menghuni Hutan Sangeh sudah menjadi suatu kesatuan yang membuat daya tarik tempat ini untuk layak dikunjungi. Tidak mahal. Cukup lima ribu rupiah. (Yusuf Harfi/The Howdy Indonesia)

Source : link

Jokowi: Hijaukan Jakarta Jangan Pakai Pohon Bakung

Diposting oleh Maysatria Label: News
Joko WidodoVIVAnews- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mulai merancang anggaran untuk menghijaukan Jakarta. Menurutnya, DKI Jakarta tahun ini akan mengalokasikan dana untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Besarannya, mencapai Rp20 miliar.

Hal ini diungkapkan langsung oleh pria yang akrab disapa Jokowi saat  mengunjungi kebun bibit Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi, juga melihat kesiapan pohon serta tanaman yang akan digunakan untuk menghijaukan Jakarta.

"Kita ini kan mau menghijaukan Jakarta total. Tapi kekuatan potensi yang ada kan harus dilihat," ujar Jokowi, Senin, 14 Januari 2013.

Jokowi menjelaskan, pada tahun lalu, Pemprov DKI telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp300 juta untuk perbaikan taman. Dan untuk tahun ini, anggaran tersebut akan dinaikkan hampir 70 kali lipat.

"Kemarin dihitung-hitung  paling Rp300 juta. Tahun ini kita anggarkan sampai Rp20 miliar. Tahun depan kalau memang dibutuhkan Rp1 triliun. Mau hijau nggak Jakarta?" katanya.

Besarnya anggaran yang dikeluarkan, karena Jokowi ingin tanaman yang digunakan bukan lagi tanaman yang murah dan harus tanaman yang mempunyai karakter.

"Jangan lagi yang ditanam bakung- bakungan, telo- teloan lagi. Harus tanaman yang menunjukkan karakteristik Jakarta," tegasnya.

Jokowi sendiri mengatakan, untuk membuat Jakarta menjadi semakin hijau, pihaknya telah menargetkan RTH di Jakarta sebesar 30 persen. Dan untuk mewujudkan hal itu, Pemprov DKI telah menyediakan dana sebesar Rp850 miliar untuk membeli lahan sebagai RTH.

"Kalau kita ingin terus menambah RTH, ya satu- satunya cara harus beli tanah, asal ada yang jual tanah kita beli, ada jual kita beli," ujarnya.

"Kalau biasanya developer yang beli tanah, sekarang gantian kita yang borong tanah, itu kalau Jakarta mau hijau," lanjutnya.

Source : link

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Kategori

  • Flora dan Fauna (128)
  • Forestry (312)
  • Mangrove (82)

Archive

  • ▼  2015 (20)
    • ▼  Oktober (3)
      • Info Sebaran Hotspot provinsi Jambi 27 September -...
      • Tak Wajibkan SVLK, Kebijakan Ekspor Ini Bikin Lang...
      • Berikut Korporasi-korporasi di Balik Kebakaran Hut...
    • ►  September (17)
  • ►  2014 (43)
    • ►  Agustus (13)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (8)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2013 (309)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (97)
    • ►  Oktober (28)
    • ►  September (36)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juli (20)
    • ►  Juni (19)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (20)
    • ►  Februari (19)
    • ►  Januari (25)
  • ►  2012 (97)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (25)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (15)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (19)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2011 (323)
    • ►  Desember (52)
    • ►  November (27)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (16)
    • ►  Maret (24)
    • ►  Februari (122)
    • ►  Januari (44)
  • ►  2010 (105)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (22)
    • ►  Agustus (79)

_______________

_______________

 

© My Private Blog
designed by Website Templates | Bloggerized by Yamato Maysatria |