skip to main | skip to sidebar

Silva Dream

Konsep Bumi Kita

  • Home
  • Gallery
  • Contact me
  • About Me

Jumat, 25 September 2015

Info : Sebaran Asap Provinsi Jambi ( 24 September 2015)

Diposting oleh Maysatria
Asap di Kota Jambi SANGAT PEKAT...!!
Pemadaman sebaiknya difokuskan ke Sumsel.


Sumber:
- WestIndonesia Subset - Aqua & Terra 1km True Color 2015/267 (09/24)
- Hotspot Aqua & Terra confidence >= 80%

[Conservation Community Indonesia, Warsi]
0 komentar

Danau Kaco Lempur Kabupaten Kerinci

Diposting oleh Maysatria Label: Forestry
 Dokumentasi : Survey Potensi KPHP Model Kerinci ; Kerlin Maysatria Muherda, S.Hut

Provinsi Jambi yang berada di pulau Sumatera mempunyai keanekaragaman destinasi pariwisata yang tak kalah dengan propinsi lainnya. Kabupaten Kerinci yang masih berada di wilayah Propinsi Jambi mempunyai kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, didalamnya terdapat berbagai destinasi wisata dari pegunungan hingga danau. Salah satunya Danau kaco sebagai mutiara yang tersembunyi diantara kerindangan keindahan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Obyek Wisata
Danau Kaco, masyarakat setempat menyebutnya yang dalam bahasa Indonesia berarti kaca. Danau kaco memang mempunyai air yang danau kaco jambi sumaterasangat bening kebiruan. Terletak di kentinggian 1289 diatas permukaan air laut, danau ini tergolong danau yang kecil tidak seperti danau-danau pada umumnya. Hanya berukuran luas sekitar 30 x 30 meter, namun danau ini bisa menyuguhkan keindahan tersendiri diantara pepohonan di sekitarnya.
Selain mempunyai air yang sangat bening, kedalaman danau ini masih misteri dan belum ada yang tau pasti berapa kedalamanya. Walaupun kita masih bisa melihat beberapa ikan semah yang berlalu lalang mencari makan. Keajaiban lainnya adalah Danau Kaco ini memancarkan cahaya yang terang saat gelap gulita, apalagi saat bulan purnama. Kebanyakan pengunjung banyak yang bermalam untuk melihat keajaiban ini dan tidak diperlukan penerangan karena terang dari cahaya danau. Beberapa peneliti mencoba untuk mencari jawaban akan fenomena ini, tetapi semua masih misterius dimana dalam penyelaman oksigen habis sebelum menyentuh dasar danau.
kejernihan air danau kaco jambi sumateraSedikit cerita dari warga setempat. Mitos lahirnya Danau Kaco ini bermula hadirnya sebuah cerita seorang putri cantik yang ingin dipinang oleh banyak pemuda. Tanpa ragu mereka menitipkan bebatuan mulia pada Raja Gagak, ayah sang putri. Akan tetapi, keserakahan justru membuat Raja Gagak menodai putrinya sendiri. Setelah itu, putrinya pun dibenamkan ke dalam danau beserta harta pinangan tersebut.


Untuk menuju ke Danau Kaco ini terbilang tidaklah mudah. Tidak adanya jalan aspal yang lebar ataupun tempat berteduh yang nyaman selama perjalanan. Akan butuh tenaga ekstra untuk mencapai ke danau ini. Pengunjung akan berjalan kaki menyusuri hutan sekitar 4 jam perjalanan, tetntunya dengan keindahan yang mengiringi perjalanan seperti pepohonan besar, suara burung-burung endemik ataupun kupu-kupu nan cantik. Selain pepohonan besar dan rimbun, pengunjung juga akan melewati rimbunya pohon bambu dan menyeberangi sungai dengan air yang jernih. Dan tentunya semua itu akan terbayarkan dengan keindahan Danau Kaco yang seindah mutiara.

Lokasi
Danau Kaco terletak di Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat tepatnya di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya. Sekitar dua jam dari Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Danau Kaco dapat ditempuh melalui jalur darat dimulai dari Kota jambi ke sungai Penuh.Jarak antara Jambi ke Sungai Penuh sekitar 500 km dengan waktu tempuh sekitar 10 jam perjalanan. Selanjutnya dari Sungai Penuh dilanjutkan ke desa terdekat yaitu Desa Lempur,Kecamatan Gunung Raya dalam waktu 45 Menit dengan kendaraan roda empat atau pun roda dua. Setelah itu dilanjutkan lagi dengan berjalan kaki menyelusuri hutan sekitar 4 jam untuk sampai ke Danau Kaco.
 
 Dokumentasi : Survey Potensi KPHP Model Kerinci ; Tugu Keris di pintu rimba hutan adat Lempur ; Kerlin Maysatria Muherda, S.Hut

Dokumentasi : Survey Potensi KPHP Model Kerinci ; Pohon besar selalu ikuti petunjuk arah ; Kerlin Maysatria Muherda, S.Hut
Dokumentasi : Survey Potensi KPHP Model Kerinci ; Kerlin Maysatria Muherda, S.Hut

Fasilitas dan Akomodasi
Danau Kaco terletak di tengah-tengah hutan yang rindang, tidak ada fasilitas yang dapat kita temui di Danau kaco. Apabila menginginkan menginap, disarankan dengan cara berkemah dan perlu persiapan yang matang dalam membawa perbekalan selama perjalanan. Disarankan juga untuk menggunakan guide yang tahu akan arah menuju ke Danau Kaco.

Satu di antara keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Kerinci adalah Danau Kaco, yang terletak dalam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Danau yang memiliki luas sekitar 30 x 30 meter ini memiliki kedalaman yang masih menjadi misteri. Meskipun memiliki kedalaman air yang tidak terukur, namun dasar Danau Kaco bisa terlihat secara jelas. Ini karena warna air yang bening dan jernih serta tempat ribuan ikan semah berkembang biak.      Menurut cerita warga setempat dan beberapa orang anggota pencinta alam yang pernah berkunjung ke danau tersebut, ikan yang ada di dalam danau hanya bisa ditangkap dengan menggunakan pancing.Jika hanya menggunakan peralatan lain, jangan harap bisa mendapatkan ikan. Pernah ada warga setempat yang memasang jaring untuk menangkap ikan semah di dalam danau, namun tak satu pun ikan didapat. Menariknya lagi, bagi pemancing yang ingin memancing di Danau Kaco, mereka harus memiliki niat yang baik. Jika tidak, maka orang itu tidak akan mendapat ikan. Selain itu, jumlah tangkapan juga tergantung pada niat pemancing.       "Jika pemancing niatnya mau ikan lima ekor, maka ikan yang didapatkan saat memancing hanya lima ekor saja. Kalaupun dapat ikan lebih banyak, maka ikan yang didapat bukan ikan semah, namun ikan lele yang sebenarnya tidak pernah terlihat dari permukaan danau," ujar Sofa, pencinta alam yang sudah beberapa kali mengunjungi danau tersebut.      Selain itu, Danau Kaco juga mengeluarkan cahaya yang terang, terutama pada saat bulan purnama. "Jika berkemah di Danau Kaco, apalagi saat bulan purnama, maka pengunjung tidak membutuhkan penerangan karena air danau mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Jika dilihat dari kejauhan, cahayanya terlihat seperti lampu yang diarahkan ke langit," katanya.

Cerita rakyat      
Menurut kepercayaan warga setempat, cahaya yang dikeluarkan dari dasar Danau Kaco merupakan cahaya intan yang tersimpan di dasar air. Intan tersebut dulunya disimpan oleh Raja Gagak, yang berkuasa saat itu.    "Menurut cerita sesepuh desa, intan yang disimpan Raja Gagak di dasar Danau Kaco adalah intan dan emas titipan yang merupakan ikatan janji pangeran-pangeran yang ingin melamar putri Raja Gagak yang bernama Putri Napal Melintang. Semua lamaran anak raja yang ada di Kerinci diterima Raja Gagak, akhirnya ia kebingungan menerima yang mana," jelas warga Kecamatan Gunung Raya, Jon Hendri.      Putri Napal Melintang sendiri, kata Jon Hendri, dikenal memiliki wajah yang sangat cantik sehingga ia disukai oleh pemuda yang ada pada zaman itu. Bahkan, karena kecantikannya ia juga dicintai ayahnya sendiri.  "Raja Gagak membawa lari putrinya beserta perhiasan emas dan intan yang dititipkan oleh para pangeran sebagai tanda janji, dan menyimpan emas dan intan tersebut di dasar danau," tambah Jon. Sampai saat ini, kata Jon Hendri, warga Kecamatan Gunung Raya, masih memercayai intan tersebut masih tersimpan di dasar danau. Beberapa tahun lalu, sempat ada warga yang ingin mencoba mengeringkan air Danau Kaco, namun nasib naas dialami warga itu. Ia meninggal karena sakit yang tak kunjung sembuh.      "Percobaan pengambilan intan di dasar Danau Kaco ini telah membuat pria bernama Lisyuar Yusuf, warga Koto Payang, meninggal dunia. Sejak itu tidak ada lagi warga yang berani mengganggu intan yang ada di dasar danau,"
Jalan kaki 4 jam  Untuk bisa sampai ke Danau Kaco, pengunjung harus berjalan kaki selama empat jam dari Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, melintasi kawasan TNKS. Selama di perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang masih sangat asri karena dilindungi oleh warga setempat.      Namun, bagi yang membawa kendaraan pribadi, mereka bisa menghemat waktu satu jam. Kendaraan hanya bisa masuk sampai ke Benteng Depati Parbo, pahlawan Kerinci yang namanya sangat terkenal. Selanjutnya perjalanan bisa dengan berjalan kaki.      "Sebelum memasuki kawasan Danau Kaco, jangan lupa meminta izin terlebih dahulu pada orang adat setempat. Menurut pengakuan orang adat, kawasan Danau Kaco merupakan wilayah mereka," tambah seorang anggota pencinta alam.

Keunikan lain    
Keunikan Danau Kaco bisa dikatakan sebagai bagian dari 15 danau di seluruh dunia yang memiliki kekhasan berbeda, di antaranya Danau Kalimutu yang memiliki warna-warna menakjubkan di Pulau Flores. Inilah danau satu-satunya di dunia yang warnanya bisa berubah-ubah setiap saat.  Secara ilmiah, perubahan warna air sejumlah danau di dunia disebabkan banyak hal. Di antaranya dipengaruhi oleh kandungan mineral, jenis lumut, dan batu-batuan di dalam kawah tersebut. Selain itu, perubahan warna air danau juga sebagai dampak dari proses unsur kimia tanah. Hal ini merupakan bagian dari aktivitas gunung api.      Menurut pengamatan Kepala Balai Taman Nasional Gatot Soebiantoro, berdasarkan riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, warna sebuah danau berwarna merah karena memiliki kandungan besi yang tinggi. Sementara berwarna danau biru karena terdapat tekanan gas yang sangat tinggi.   Danau lain yang tak kalah menakjubkan adalah danau di Wucai Chi, China. Air di danau ini memiliki keunikan berbeda karena memiliki lima warna, yakni hijau, putih susu, biru, torquoise, dan kuning sekaligus. Karenanya, dikenal dengan sebutan danau lima warna, terletak di Jiuzhaugou, Sichuan. Danau ini terkenal juga dengan sebutan danau kristal karena airnya amat bersih dan bening. Karena uniknya, maka Unesco memasukkannya sebagai salah satu dalam koleksi warisan dunia. 

Source : link 1 link 2
0 komentar

World Rhino Day: Berupaya Menyelamatkan Badak dari Kepunahan

Diposting oleh Maysatria Label: Flora dan Fauna
Badka yang terekam kamera pengintai. Foto: Taman Nasional Ujung Kulon 
Badak Sumatera yang terekam kamera pengintai di Taman Nasional Gunung Leuser. Foto: YLI
Kehidupan badak kian terancam. Bukan hanya habitat atau hutan yang kian tergerus, perburuan pun masih berlangsung. Pemerintah lewat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menargetkan dalam lima tahun kedepan meningkatkan 20% populasi badak Jawa dan Sumatera, yang kini status terancam punah.
Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, saat diwawancarai Mongabay, belum lama ini mengatakan, dalam rencana jangka menengah sudah ada, selama lima tahun harus ada kenaikan 20% populasi badak Jawa dan Sumatera, yang di Indonesia. Target itu, diperlakukan sama terhadap harimau, orangutan, dan satwa terancam punah lain.
Dia menjelaskan, khusus badak Jawa, hanya tinggal di Taman Nasional Ujung Kulon. Ini dataran rendah dikelilingi laut, jika terjadi bencana alam bisa mengancam kehidupan badak  itu. Untuk itu, kini diinisiasi pencarian tempat baru yang layak bagi badak Jawa.
Begitu juga badak Sumatera, kata Siti, masih ditemukan di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan beberapa wilayah lain di Indonesia. Untuk menjaga keberlangsungan hidup mereka, ada kemungkinan dibuat konsep pemindahan ke lokasi lain yang lebih baik dan terkontrol. “Agar proses perkawinan lebih besar jika disatukan hingga kenaikan populasi 20% bisa terwujud.”
Saat ini, katanya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih mempelajari, dengan menggandeng sejumlah organisasi, dan peneliti badak.
“Ini masih dipelajari. Target kita proses pemindahan bisa menjaga keberlangsungan hidup badak baik di Ujung Kulon juga badak Sumatera.”
Tachrir Fathoni, Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE), KLHK mengatakan,  konsep pemindahan badak itu, salah satu cara agar perkembangbiakan lebih cepat. Sebab, jika murni di alam, khawatir frekuensi pertemuan pengembangbiakan tidak bisa terkontrol.
Khusus badak Jawa, mengingat jumlah tidak sampai 100, dan sangat terancam punah, maka akan ada pemindahan ke lokasi lain.
Sedangkan Umamat Rahmad, Kepala Seksi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar, Direktorat Jenderal KSDAE, juga peneliti badak Jawa, mengatakan, badak Jawa, satu dari lima jenis badak di dunia. Dulu habitat sangat luas baik di Jawa maupun Sumatera. Namun, kini tinggal ada di TNUK. Pada 2011, badak Jawa punah di Vietnam.
Populasi saat ini di TNUK , berdasarkan video trap, jumlah diperkirakan tinggal 57 individu. Kondisi habitat cukup bagus, walaupun ada gangguan inflasi areal, hingga pakan tidak tumbuh bagus.
Menurut dia, langkah penyelamatan badak Jawa, dengan menyiapkan sarana yang saat ini dibuat Japan Study  Conservation Area, di TNUK. Juga buat populasi kedua. Dengan kondisi badak Jawa di Ujung Kulon, dan badak Sumatera di Taman Nasional Gunung Leuser yang terancam, diupayakan memperbanyak kantong baru “rumah baru” bagi mereka.
KLHK, katanya, sudah survei sejumlah lokasi, mulai Suaka Margasatwa Cikepuh, Cagar Alam Gunung Sanca, Taman Nasional Alimursala, Hutan Baduy, Akar Sari, Pulau Panaitan, Waikambas, sampai Harapan Koles di Jambi. Konsepnya peningkatan di alam dibantu penangkaran semi alami.
Begitu juga badak Sumatera, selain di TNGL juga ditemukan di Bukit Barisan Selatan, dan Way Kambas. “Badak Sumatera memiliki sebaran lebih luas, namun kondisi kantong-kantong ini terputus, hingga lebih menghawatirkan. Atas dasar itu juga jumlah diduga kurang dari 100 individu.”
Menurut Mamat, badak Jawa dan Sumatera, pernah hidup berdampingan di Sumatera. Bedanya, badak Jawa hidup di dataran rendah, dan badak Sumatera beradaptasi dan ada di dataran tinggi. Karena badak Jawa punah terlebih dahulu di Sumatera, karena hidup di dataran rendah. Ia lebih banyak dirambah manusia, hingga punah duluan.
Terbaru, badak Sumatera ditemukan di Kalimantan. Dahulu pernah dinyatakan punah, namun ditemukan jejak dan wujud di Kutai Barat, berkelamin jantan dan betina. “Agar tidak punah, akan dilakukan rapat nasional penyelamatan badak Sumatera di Kalimantan.”
Secara ekologis, katanya, badak Jawa lebih banyak jantan hingga perlu campur tangan manusia untuk menstabilkan sekrasio. Sekrasio sebenarnya di mamalia minimal 1:2. Artinya,  satu jantan dua betina. Lebih bagus lagi satu jantan empat betina.
Sedangkan Kuswandono, Kepala Bidang Teknis Balai Besar TNGL, mengatakan, di beberapa lokasi TNGL, masih ada hutan lindung, hutan produksi tetap, dan hutan produksi terbatas. Namun, beberapa kawasan langsung berbatasan dengan wilayah masyarakat atau masuk areal penggunaan lain hingga tantangan tersendiri.
“Artinya, jika serius ingin melindungi hutan konservasi sebagai kantong terakhir pelestarian ekosistem, termasuk badak tidak bisa dilakukan sendiri BBTNGL. Harus ada dukungan pemerintah daerah, politisi lokal, dan masyarakat yang hidup dan tinggal di sekitar TNGL.”
Dalam pemantauan badak, mereka memakai peta lokasi dan memasang camera trap di sejumlah titik yang dianggap area badak.  Populasi badak di TNGL,  katanya, juga berkembang biak. Ini termonitor dari camera trap yang merekam kegiatan mereka.

Source : link
0 komentar

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Kategori

  • Flora dan Fauna (128)
  • Forestry (312)
  • Mangrove (82)

Archive

  • ▼  2015 (20)
    • ▼  Oktober (3)
      • Info Sebaran Hotspot provinsi Jambi 27 September -...
      • Tak Wajibkan SVLK, Kebijakan Ekspor Ini Bikin Lang...
      • Berikut Korporasi-korporasi di Balik Kebakaran Hut...
    • ►  September (17)
  • ►  2014 (43)
    • ►  Agustus (13)
    • ►  Mei (9)
    • ►  April (8)
    • ►  Februari (6)
    • ►  Januari (7)
  • ►  2013 (309)
    • ►  Desember (14)
    • ►  November (97)
    • ►  Oktober (28)
    • ►  September (36)
    • ►  Agustus (11)
    • ►  Juli (20)
    • ►  Juni (19)
    • ►  April (20)
    • ►  Maret (20)
    • ►  Februari (19)
    • ►  Januari (25)
  • ►  2012 (97)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (25)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (15)
    • ►  April (9)
    • ►  Maret (9)
    • ►  Februari (19)
    • ►  Januari (16)
  • ►  2011 (323)
    • ►  Desember (52)
    • ►  November (27)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  Agustus (12)
    • ►  Juli (5)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (16)
    • ►  Maret (24)
    • ►  Februari (122)
    • ►  Januari (44)
  • ►  2010 (105)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (22)
    • ►  Agustus (79)

_______________

_______________

 

© My Private Blog
designed by Website Templates | Bloggerized by Yamato Maysatria |